Sabtu, 15 Mei 2010

Tips Memilih Akses Internet Sesuai Kebutuhan

Kini, akses internet bisa dibilang telah menjadi sebuah kebutuhan sehari-hari. Dengan internet, tak hanya memudahkan aktivitas, tetapi juga memungkinkan orang untuk bersosialisasi. Berbagai media memungkinkan kita untuk bersosialisasi di dunia maya, mulai dari menggunakan e-mail, jejaring Facebook, Twitter, dan juga menyalurkan hobi wanita, yakni berbelanja.

Bila hingga kini Anda masih bingung memilih akses internet yang paling tepat, cobalah dulu mengidentifikasi kebutuhan dan kebiasaan berselancar Anda di dunia maya. Dari situ nantinya Anda bisa menentukan akses internet yang tepat.

Saluran Mobile Broadband (3G)

Saluran ini cocok bagi pengguna yang butuh koneksi internet secara mobile (berpindah-pindah). Koneksi ini memiliki kecepatan download antara 153 kilobit per detik (Kbps) hingga 3 megabit per detik (Mbps). Dengan kecepatan itu, Anda memerlukan beberapa menit untuk mengunduh foto berukuran 1 megabita.

Saluran ini digunakan bersama-sama, maka bila dalam satu lokasi BTS yang sama terdapat banyak pelanggan yang online, maka saluran ini akan terasa lebih lamban. Tak hanya itu, bila Anda pergi ke suatu daerah yang belum dijangkau oleh operator selular Anda, otomatis Anda tak akan bisa terhubung ke internet.

Saluran DSL (Digital Subscriber Line)

DSL paling pas bagi Anda gemar berseluncur di internet dan sesekali memeriksa e-mail. Jika kecepatan 768 kilobit per detik masih dirasa terlalu lama, DSL juga menyediakan koneksi yang memiliki kecepatan hingga 3 megabit per detik (Mbps).

Namun, dengan kecepatan 768 kbps, Anda sudah bisa mengunduh satu foto berukuran 1 megabita (MB), dalam waktu sekitar 10 detik. Yang musti diingat, karena DSL bekerja melalui kawat tembaga saluran telepon, maka bila telepon mengalami masalah, koneksi internet pun juga ikut bermasalah.

Saluran Kabel

Akses internet melalui kabel cocok bagi pengguna yang harus sering menggunakan e-mail, sering mengunduh musik atau atau melihat streaming video. Dengan kecepatan 6 Mbps, saluran ini memungkinkan penggunanya untuk mengunduh foto berukuran satu MB hanya dalam 1,5 detik. Yang perlu diketahui, akses kabel ini dipakai dengan berbagi dengan pengguna lain, sehingga saat jam sibuk, kecepatannya bisa juga menurun.

Serat Optik

Serat optik paling pas digunakan oleh Anda yang sering berbagi foto dan video secara online dalam jumlah besar. Termasuk mengunduh atau mengunggah video atau foto dalam jumlah besar.

Dengan kecepatan koneksi 15 Mbps, Anda bisa mengunduh foto berukuran tiga megabita selama 1,6 detik. Serat optik ini diperuntukkan untuk industri dan tidak selalu tersedia.

Tags:

Seperti Apa Internet di Tahun 2020?

Perkembangan internet kian hari kian bertambah, baik dari sisi pengguna sampai dengan kecanggihan teknologi yang ditawarkan. Lalu, seperti apakah internet pada sepuluh tahun yang akan datang?

Jika melihat dari belakang, situs adalah tentunya sama sekali berbeda sekarang dibanding tahun 2000. Bahkan sangat berbeda dengan apa yang terjadi 40 tahun lalu, ketika pertama kali diciptakan.

Di masa depan, tentunya perubahan akan banyak terjadi lagi. Beberapa pengamat, yang dirangkum PC Advisor, Sabtu (9/1/2010) mencoba menerawang seperti apa internet dalam satu dekade kedepan.

1. Banyak orang akan menggunakan internet

Sampai saat ini menurut Internet World Stats mencatat internet telah mencapai 1,7 miliar pengguna, dengan jumlah penduduk dunia 6,7 miliar orang.

National Science Foundation memprediksi bahwa Internet akan memiliki hampir lima miliar pengguna pada saat itu. Namun, scaling terus menjadi masalah bagi arsitektur internet di masa depan.

2. Internet akan meningkat di negara berkembang

Sebagian besar pertumbuhan web selama 10 tahun akan datang dari negara-negara berkembang.

Menurut Internet World Stats daerah dengan tingkat penetrasi terendah adalah Afrika (6,8 persen), Asia (19,4 persen) dan Timur Tengah (28,3 persen). Sebaliknya, Amerika Utara memiliki tingkat penetrasi 74,2 persen.

Trend ini internet pada tahun 2020 tidak hanya akan menjangkau lebih banyak lokasi terpencil di seluruh dunia, tetapi juga akan mendukung lebih banyak bahasa dan skrip non-ASCII.

3. Internet akan menjadi jaringan hal, bukan komputer

Sebagai infrastruktur lebih kritis akan terhubung ke internet, web ini diharapkan dapat menjadi perangkat jaringan daripada jaringan komputer.

Internet memiliki sekitar 575 juta host komputer yang, menurut CIA World Factbook 2009. Tetapi NSF mengharapkan milyaran sensor pada bangunan dan jembatan akan terhubung ke internet untuk menggunakan seperti listrik dan keamanan sebagai pemantauan.

Pada tahun 2020, itu diharapkan bahwa jumlah net-sensor akan terhubung lipat lebih besar dari jumlah pengguna.

4.Data Internet akan mencapai exabyte, mungkin zettabytes.

Para peneliti telah menciptakan istilah ‘exaflood’ untuk merujuk pada peningkatan cepat jumlah data, terutama gambar dan video kualitas tinggi ditransfer melalui internet.

Cisco memperkirakan bahwa perdagangan global akan tumbuh 44exabytes per bulan pada tahun 2012 – lebih dari dua kali lipat seperti sekarang ini.

Penyedia konten seperti Google menciptakan konten ini daripada Tier 1 ISP. Pergeseran ini mendorong minat kembali Architecting internet menjadi jaringan konten-sentris, bukan jaringan transportasi.

techno.okezone.com

Tags: